Bersih-Bersih Sistem Arch Linux
Aditya Phra •
Selama 5 tahun memakai Arch Linux, aku rutin membersihkan sistem Arch Linux dari sampah biar ruang penyimpan jadi lega. Cara-caranya telah aku dokumentasikan di artikel ini.
Cache Paket dari Pacman/Paru (AUR)
Setiap menginstal atau memperbarui paket, paket yang telah diunduh akan disimpan di /var/cache/pacman/pkg/ (pacman) dan ~/.cache/paru (paru).
Fungsi paket disimpan di cache itu kalau ada masalah pada versi paket terbaru bisa langsung melakukan downgrade paket tanpa perlu mengunduh paket lagi di archive.archlinux.org.
Cache paket-paket itu tidak otomatis dihapus kalau tidak dibutuhkan, jadi kalau tidak dibersihkan secara rutin lama-lama bisa membuat ruang penyimpanan menjadi penuh.
Cara simpel untuk membersihkan cache paket bisa dengan pacman:
Versi pertama, hapus semua cache paket kecuali cache paket yang diinstal sekarang:
sudo pacman -Sc
Versi kedua, hapus semua cache paket termasuk cache paket yang diinstal sekarang:
sudo pacman -Scc
Kalau pakai paru, cache paket di ~/.cache/paru juga ikutan dihapus:
paru -Sc
paru -Scc
Alternatif lain bisa memakai paccache yang ada fitur bisa hapus cache paket secara otomatis dan bisa mengatur maksimal jumlah versi cache paket.
Instal paccache:
sudo pacman -S pacman-contrib
Misal, untuk menghapus semua cache paket kecuali 3 versi terakhir:
sudo paccache -r
Jumlah pengecualian versi bisa diatur, misal diatur hanya simpan cache paket 2 versi terakhir:
sudo paccache -rk 2
Biar otomatis membersihkan cache paket setiap seminggu sekali:
sudo systemctl enable paccache.timer --now
Bersih-bersih otomatis default-nya hanya simpan cache paket 3 versi terakhir, tapi bisa diatur juga seperti tadi dengan mengedit /etc/conf.d/pacman-contrib.
Misalnya untuk menyimpan 2 versi terakhir:
PACCACHE_ARGS='-k2'
Kalau konfigurasi yang kupakai maksimal 1 versi aja, karena selama 5 tahun ini belum pernah ada masalah pada paket yang solusinya butuh downgrade.
Lagian juga downgrade paket tidak direkomendasikan, karena Arch Linux tidak mendukung pembaruan sistem yang setengah-setengah, kemungkinan bisa memengaruhi kestabilan sistem kalau masih nekat. Kecuali kalau paketnya bukan termasuk paket inti atau paket yang bukan termasuk dependensi untuk paket lain sehingga tidak mempengaruhi kestabilan sistem meskipun memakai versi lama.
Paket yang Tidak Dibutuhkan
Paket yang tidak dibutuhkan bisa ada di sistem Arch Linux itu karena pada versi paket yang terbaru tidak membutuhkan lagi dependensi yang pada versi sebelumnya dibutuhkan.
Bisa juga karena menghapus paket dengan pacman -R saja, seharusnya pacman -Rs biar dependensi paket ikutan dihapus.
Cara cek paket yang tidak dibutuhkan:
pacman -Qdt
Kalau ada paket yang tidak dibutuhkan, langsung saja hapus semuanya dari sistem Arch Linux:
sudo pacman -Qdtq | pacman -Rns -
Kalau ternyata paket yang kamu butuhkan di ada daftar di atas, bisa dikecualikan biar tidak muncul lagi:
sudo pacman -D --asexplicit <nama_paket>
Deteksi lebih banyak paket yang tidak dibutuhkan:
pacman -Qqd | pacman -Rsu --print -
Namun, yang ini harus dipastikan lagi dengan:
pacman -Qi <nama_paket>
Pastikan paket benar-benar tidak dibutuhkan sebelum menghapusnya.
Data Lama yang dari Paket
Data dari paket itu biasanya disimpan di direktori-direktori ini:
~/.config/~/.cache/~/.local/share/~/.yang_berawalan_dot
Seiring berjalannya waktu, ukuran direktori-direktori itu akan semakin membesar, entah itu karena ada data lama yang tidak dipakai lagi di paket versi selanjutnya atau lupa hapus data yang ditinggalkan oleh paket yang telah dihapus dari sistem Arch Linux.
Kalau data yang ini harus dibersihkan manual dan secara rutin. Aku biasanya pakai ncdu buat cari file atau direktori yang berukuran besar, bisa diinstal dengan:
sudo pacman -S ncdu
Cek penggunaan data di direktori $HOME:
ncdu ~
Cara hapusnya tinggal tekan D, tetapi pastikan data yang dihapus benar-benar tidak digunakan lagi. Contoh yang bisa dihapus itu data yang ditinggalkan oleh paket yang telah dihapus dari sistem Arch Linux.
Systemd Journal
Log dari systemd journal salah satu penyebab berkurangnya ruang penyimpanan yang bisa dipakai.
Cara cek penggunaan systemd journal:
journalctl --disk-usage
Kalau systemd journal menghabiskan banyak ruang penggunaan, bisa langsung dibersihkan secara menual dan otomatis.
Membersihkan manual jurnal yang berumur lebih dari 2 minggu:
sudo journalctl --vacuum-time=2weeks
Membersihkan manual sampai maksimal ukuran jurnal jadi 200 MiB:
sudo journalctl --vacuum-size=200M
Kalau yang versi otomatis buat file di /etc/systemd/journald.conf.d/00-journal-size.conf kemudian isi dengan konfigurasi ini:
[Journal]
SystemMaxUse=200M
Ubahlah konfigurasi ukuran jurnal sesuai dengan kebutuhanmu, contoh konfigurasi di atas ukuran jurnal dibatasi sampai 200 MiB.