Alasan Paket Warnet AXIS Tidak Bisa Di-Hotspot

Aditya Phra•

Jawabannya, cukup dengan menginspeksi TTL (Time To Live), operator seluler bisa tahu kalau paket berasal dari pengguna hotspot karena ada perbedaan nilai TTL dari pemberi dan pengguna hotspot.

TTL termasuk dalam internet protocol, protokol yang mengatur agar paket bisa sampai ke tujuan dengan benar di jaringan yang sangat-sangat besar (internet).

Internet Protocol

Biar paket bisa sampai ke tujuan dengan benar, segala aturan dari internet protocol harus dipatuhi oleh setiap perangkat yang terhubung ke jaringan. Ada dua versi internet protocol yang sudah distandardisasi oleh Internet Engineering Task Force, yaitu IPv4 (rfc791) dan IPv6 (rfc8200).

Salah satu aturan dari internet protocol adalah perlu adanya TTL yang berfungsi untuk membatasi lama paket bisa berada di jaringan.

Setiap paket yang dikirim ke tujuan harus melewati ruter-ruter yang terhubung di jaringan, pembatasan diperlukan karena ada kemungkinan paket bisa muter terus-menerus di jaringan, kalau dibiarkan akan membebani jaringan.

Cara kerjanya, perangkat pertama mengirim paket internet protocol ke ruter dengan nilai TTL 64 misalnya, setelah paket sampai di ruter pertama, ruter kemudian mengurangi nilai TTL-nya jadi 63, kemudian ruter pertama mengirim paket ke ruter selanjutnya.

Nilai TTL ini dikurangi terus-menerus setiap melewati ruter hingga paket sampai ke tujuan. Kalau nilai TTL sama dengan nol sebelum paket sampai ke tujuan, paket akan dibuang oleh ruter terakhir.

Deteksi hotspot

Normalnya nilai TTL paket langsung dari ponsel ke ruter operator adalah 64 (Android). Kalau hotspot diaktifkan, ponsel pemberi hotspot berubah menjadi ruter.

Kalau nilai awal TTL paket dari pengguna hotspot sama dengan 64, setelah sampai di ponsel pemberi hotspot yang kini sudah menjadi ruter, nilai TTL dikurangi menjadi 63, kemudian diteruskan lagi ke ruter operator seluler.

Ruter operator seluler akan menganggapnya tidak normal karena paket yang seharusnya datang langsung dari ponsel biasanya TTL-nya bernilai 64. Ketika nilainya sudah berkurang (misalnya 63), ruter operator seluler menganggap kalau paket telah melewati satu ruter tambahan, yaitu perangkat pemberi hotspot.

Sekarang, pertanyaannya, mungkinkah kalau konfigurasi TTL di pengguna hotspot diubah jadi lebih besar (misal jadi 65), ruter operator seluler akan menganggap paket dari pengguna hotspot sebagai paket yang langsung dari ponsel?

Eksperimen #1

Biar tidak penasaran terus, di eksperimen pertama ini, aku akan mengubah nilai TTL di perangkat yang memakai hotspot.

Si pemberi hotspot yang kupakai itu ponsel Android, sedangkan si pengguna hotspot itu laptop bersistem operasi Arch Linux. Sumber internet si pemberi hotspot berasal dari paket data dari operator seluler AXIS, paket Warnet Unlimited.

Untuk mengubah nilai TTL di setiap paket internet protocol di Linux, cukup dengan:

sudo sysctl -w net.ipv4.ip_default_ttl=64

Kalau untuk IPv6 namanya hop limit, sama dengan TTL di IPv4:

sudo sysctl -w net.ipv6.conf.all.hop_limit=64

Sebelum lanjut, aku uji coba dulu, apakah bisa terhubung ke internet tanpa mengubah nilai TTL (memakai TTL default, yaitu 64).

curl -I https://adityaphra.com

Hasilnya, tidak ada respons sama sekali, artinya paket yang berasal dari laptop tidak diteruskan ke internet.

$ curl -I https://adityaphra.com
curl: (35) TLS connect error: error:0A000126:SSL routines::unexpected eof while reading

Sekarang, uji coba dengan mengubah nilai TTL menjadi 65 di laptop:

sudo sysctl -w net.ipv4.ip_default_ttl=65
sudo sysctl -w net.ipv6.conf.all.hop_limit=65

Hasilnya, ada respons di curl, paket diteruskan ke internet.

$ curl -I https://adityaphra.com
HTTP/2 200
date: Sat, 27 Jun 2026 12:56:42 GMT
content-type: text/html
cf-cache-status: HIT
cache-control: public, max-age=0, must-revalidate
strict-transport-security: max-age=15552000; includeSubDomains; preload
x-content-type-options: nosniff
report-to: {"group":"cf-nel","max_age":604800,"endpoints":[{"url":"https://a.nel.cloudflare.com/report/v4?s=1%2FyrBu1YhyQHEWtzhstedYnRz1vFJURVCvUelWciV44SSavB7XfA4ILWH4gDmWM%2F9w5Blwh5PoaK4WgwE%2F2Q%2B5n%2Bh9noFS5TGC3rRow9iEGS0Mh5o9MNKfB4ZeQsFsNcEA%3D%3D"}]}
nel: {"report_to":"cf-nel","success_fraction":0.0,"max_age":604800}
server: cloudflare
cf-ray: a1249d017b555400-SIN
alt-svc: h3=":443"; ma=86400

Kesimpulannya, memang benar kalau nilai TTL ditambah satu di perangkat pengguna hotspot, ruter operator seluler tetap meneruskan paket ke internet karena paket itu dianggap langsung dari ponsel pemberi hotspot (TTL bernilai 64 ketika sampai di ruter operator seluler).

Tambahan, aku juga mencoba nilai TTL yang lain di laptop dengan hasil di bawah ini:

  • nilai TTL yang bisa: 65, 129, 33.
  • nilai TTL yang tidak bisa: 64, 66, 69, 128, 32

Eksperimen #2

Eksperimen kedua ini, perangkat pemberi hotspot kujadikan sebagai server proksi, agar paket data dari pengguna hotspot tidak langsung dikirim ke operator seluler, tetapi terlebih dahulu dikirim ke server proksi.

Alat yang kupakai untuk membuat server proksi di ponsel itu sing-box for Android. Jenis proksi yang kupakai SOCKS5, konfigurasinya seperti ini untuk membuat server proksi SOCKS5:

{
  "log": {
    "level": "info",
    "timestamp": true
  },
  "inbounds": [
    {
      "type": "socks",
      "tag": "socks-in",
      "listen": "0.0.0.0",
      "listen_port": 1080
    }
  ],
  "outbounds": [
    {
      "type": "direct",
      "tag": "direct-out"
    }
  ]
}

Uji coba dengan curl:

curl -x socks5://192.168.43.1:1080 -I https://adityaphra.com

Hasilnya, ternyata ada respons, artinya paket diteruskan ke internet.

$ curl -x socks5://192.168.43.1:1080 -I https://adityaphra.com
HTTP/2 200
date: Sat, 27 Jun 2026 13:17:46 GMT
content-type: text/html
cf-cache-status: HIT
cache-control: public, max-age=0, must-revalidate
strict-transport-security: max-age=15552000; includeSubDomains; preload
x-content-type-options: nosniff
report-to: {"group":"cf-nel","max_age":604800,"endpoints":[{"url":"https://a.nel.cloudflare.com/report/v4?s=6rPPh5bZ0AqNu1ZrW5n%2BlCUujS%2FT8z1tNQ%2FcLvkvASyT65UMeI%2BxV%2BlWwhbVn35STlPPxr2E74%2BLJe3tXW6Gp3Skg2t%2BS%2FVqThDXq2rwtT40L4TfJVGTpEgGlYHGbNVfTA%3D%3D"}]}
nel: {"report_to":"cf-nel","success_fraction":0.0,"max_age":604800}
server: cloudflare
cf-ray: a124bbdcbdac4dd4-SIN
alt-svc: h3=":443"; ma=86400

Alasan mengapa bisa diteruskan ke internet, karena setelah server proksi menerima paket dari pengguna hotspot, server proksi membuat ulang paket internet protocol baru berdasarkan informasi yang diterima seperti alamat IP tujuan, jenis protokol transpor (UDP/TCP), port, dan datanya. Paket baru inilah yang selanjutnya dikirim ke ruter operator seluler.

Kalau paket internet protocol dibuat di perangkat pemberi hotspot, nilai TTL-nya sama dengan nilai default, yaitu 64. Hasilnya ketika paket sampai di ruter operator seluler nilai TTL-nya sama dengan 64. Jadi, dianggap sebagai paket yang dikirim langsung dari ponsel bukan dari pengguna hotspot.