Rekomendasi Aplikasi yang Masih Waras

Aditya Phra•

Kriteria aplikasi yang masih waras menurutku itu yang sangat pro kepada penggunanya, mengutamakan kualitas, performa ngebut, bebas iklan, bebas pelacak, bisa offline, dan kalau bisa yang open source.

Aplikasi berkriteria seperti itu semakin jarang, malah trennya sekarang ke enshittification. Sejauh ini baru nemu 3 aplikasi yang masih waras, yaitu Brave Origin, Obsidian, dan KeePassXC/KeePassDX.

Brave Origin

Browsing internet di zaman sekarang sudah beda sekali dengan 15 tahun lalu yang masih minim iklan, sekarang iklan malah lebih dominan daripada kontennya. Makanya ekstensi pemblokir iklan wajib dipasang di browser.

Sebelumnya aku memakai ekstensi Ublock Origin di Chromium, tapi setelah salah satu fitur penting yang dibutuhkan oleh Ublock Origin dilucuti, aku akhirnya beralih ke Brave Origin yang sudah ada fitur pemblokir iklan bawaan.

Pemblokir iklan bawaan dari Brave Origin sudah sangat gacor menurutku, kalau mau pakai Ublock Origin juga bisa, karena Manifest V2 (yang dilucuti dari Chromium) masih didukung di Brave Origin.

Brave Origin aslinya itu versi lebih waras daripada Brave, yang fitur kurang penting sudah dihilangkan dari Brave seperti Brave Rewards, Brave Ads, dompet kripto, Leo AI, VPN, dkk.

Sayangnya berbayar, harganya juga tidak ngotak buat orang Indonesia, untungnya versi buat Linux gratis. Jadi kalau mau yang gratisan, pilihannya instal Linux dulu atau pakai Brave yang biasa.

Obsidian

Sebelumnya aku memakai Notion buat mencatat sesuatu, waktu itu masih belum mengerti kalau ternyata data catatan tidak sepenuhnya bisa dikontrol. Kalau ada apa-apa pada akun atau amit-amit, platformnya ditutup, bakal hilang semua catatan yang telah dibuat.

Akhirnya aku migrasi ke Obsidian karena data catatan disimpan di lokal (komputer), jadi data bisa dikontrol sepenuhnya, bisa diakses meskipun sedang offline, dan tidak usah khawatir kehilangan data seperti di Notion kalau akunnya kenapa-napa.

Obsidian bisa dipakai secara gratis, kalau mau butuh fitur sinkronisasi, sayangnya harus bayar dulu.

Kalau aku sinkronisasinya tidak perlu membayar. Caranya cukup manfaatkan git kemudian git push ke server git, baru git pull di perangkat yang lain dan sebaliknya.

KeePassXC/KeePassDX

Alasannya sama seperti aku memakai Obsidian, datanya disimpan di lokal dan tidak tergantung dengan server. Kalau Obsidian itu buat catat-mencatat, kalau KeePassXC/KeePassDX itu buat manajer kata sandi.

KeePassXC itu versi desktopnya, sedangkan KeePassDX versi Android-nya. Dua-duanya merupakan aplikasi open source. Untuk sinkronisasinya aku masih manual, yaitu salin-tempel file di dua perangkatku (ponsel dan komputer).